Posts in Category: Arsitektur

Inspirasi Desain Rumah Sesuai Iklim Tropis

Salah satu cita-cita pembangunan nasional ialah hunian yang yang layak ditempati untuk seluruh masyarakat Indonesia. Namun secara garis besar, bahwa Indonesia masih saja belum menemukan solusi terbaik dari permasalahan utama mengenai perumahan. Adapun permasalahannya yakni permintaan akan hunian terus mengalami peningkatan, ketersediaan lahan yang sudah mulai sempit, dan masalah terkait birokrasi. Berbagai solusi juga telah diupayakan baik dari Pemerintah, maupun pihak-pihak terkait, untuk mengatasi backlog perumahan.

Nah, untuk membantu dalam menemukan solusi tersebut, akan sedikit berbagi beberapa ide mengenai desain rumah. Sebuah desain ringan yang diharapkan dapat membantu dalam menyelesaikan masalah kekurangan hunian di Tanah Air. Ide-ide yang kreatif dan inovatif, yang lahir dari tangan-tangan para ahli arsitek profesional. Kesamaan dari ide-ide rumah ini adalah berat hunian yang lebih cenderung lebih ringan dan flesksibel. Berikut beberapa inspirasi desain rumah yang tetap menyesuaikan iklim Indonesia.

Rumah Apung (Floating House)

Rumah Apung

Ide rumah yang satu ini berasal dari sebuah pulau yang terletak disekitar Danau Huron, Kanada. Perancang hunian tinggal yang memiliki dua lantai ini adalah MOS Arsitek. Untuk dapat mengambang, sang arsitek menggunakan platform yang terbuat dari ponton baja yang letaknya di bagian bawah bangunan. Desainnya pun terlihat sangat futuristik, terlebih lagi dengan dukungan teknologi canggih. Sekilas, desain rumah ini terlihat seperti hunian pada umumnya yang terletak di darat. Perbedaannya hanya terletak pada dasar bangunan yakni memanfaatkan perairan. Untuk mengakses hunian apung ini, dapat menggunakan perahu, ataupun jembatan penghubung. Material hunian ini didominasi kayu pilihan. Rumah Apung ini sangat menarik lantaran dapat dibawa kemana-mana, lantaran memang tergolong ringan. Sehingga sangat memungkinkan untuk diletakkan di pinggiran danau maupun di atas danau.

Rumah Apung

Rumah Bambu (Blooming Bamboo House)

Rumah Bambu

Problematika perumahan lainnya mengenai bahan material dan risiko akan bencana seperti banjir. Sebagai solusi permasalahan tersebut, perusahaan arsitektur di Vietnam H&P merancang sebuah hunian yang tahan akan bencana banjir, dan diklaim ramah lingkungan. Seluruh hunian ini terbuat dari material bambu. Rumah bambu ini pun dapat dibongkar pasang, bahkan orang biasa yang kurang paham tentang ilmu bangunan pun dapat membangun hunian ini. Panel bambu di bagian atap dan disetiap bagian dinding disusun secara mansard. Atapnya berbentuk piramida, dan terkesan minimalis, serta memberikan nuansa alami dan tradisional.

Rumah Bambu

Rumah Panggung (Swamp Hut)

Rumah Panggung

Sekilas terlihat desain rumah nampak sama atau mirip dengan rumah panggung yang telah lama populer di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, perbedaannya jika rumah panggung pada umumnya memiliki filosofi yang kental dan terbilang cukup kompleks, sedangkan rumah panggung hasil tangan arsitek yang berasal dari Moskow Linn ini, menampilkan Swamp Hut yang lebih terlihat futuristik, begitu sederhana, dan lebih fungsional. Hunian yang merupakan rancangan dari Keith Moskow dan Robert Linn sengaja di bangun agar tak merusak lingkungan, khususnya rawa-rawa.

Rumah Panggung

Tiga Bangunan Asli Indonesia Yang Telah Mendunia

Banyak masyarakat Indonesia yang mungkin cenderung meremehkan budaya warisan nenek moyang kita, dan mungkin juga lebih mengagunkan budaya maupun konsep luar negeri. Padahal pada kenyataannya bahwa orang asing (luar negeri) yang justru banyak mengadopsi gaya budaya lokal asal Indonesia, termasuk pula dalam bentuk arsitektur/bangunan.

Indonesia

Bukan tanpa alasan jika sebagian masyarakat kita menganggap bahwa desain luar negeri lebih modern jika dibandingkan desain lokal yang mungkin dinilai sudah ketinggalan zaman, sehingga membuat masyarakat kita menyenangi gaya yang kebarat-baratan. Contohnya saja dalam membangun sebuah bagunan, baik itu untuk tempat tinggal, atau area komersial, dan jenis bangunan lainnya. Alhasil, banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa bangunan tradisional dibuat sedemikian rupa berdasarkan budaya, iklim, dan juga kehidupan sosial masyarakat sekitar kita. Sehingga bangunan tradisional dinilai lebih fungsional.

Berdasarkan nilai estetikanya, ternyata arsitektur lokal tidak kalah menarik dari desain luar negeri. Hal ini terbukti dengan banyaknya negara lain yang justru mengadopsi dan bahkan menjiplak mentah-mentah bangunan asli Indonesia. Masih juga tak percaya? Baiklah, kamu simak 3 bangunan asli Indonesia yang telah mendunia berikut ini.

Pura

Pura

Siapa yang tak mengenal Bali? Tak perlu diragukan lagi, bahwa Pulau Dewata sebutan bagi Bali sudah terkenal seantero dunia. Banyak sekali para Warga Negara Asing (WNA) yang tergila-gila akan kecantikan Bali, termasuk juga penduduk Belgia yang justru mengidolakan arsitektur Pura di Bali. Hasilnya, di Belgia terdapat taman yang bertajuk ‘The Kingdom of Ganesha’ sebagai tanda sebuah kehormatan bagi bangsa Indonesia. Di taman tersebut, terdapat replika dari Pura Agung Shanti Buwana yang bahkan ukurannya sama. Letaknya pun diatas sebuah sawah yang bertingkat, layaknya seperti di sawah Ubud.

Rumah Gadang

Rumah Gadang

Bangunan yang satu ini terbilang sangat unik, dengan desain atap yang runcing menyerupai tanduk kerbau. Desain ini justru menginspirasi pengelola theme park di Belanda untuk mengadopsinya. Sebuah taman hiburan bernama Efteling yang terletak di Kaatsheuvel, Belanda ini, di bagian gerbang masuk menyerupai rumah gadang, dan terkenal dengan sebutan The House of 5 Senses. Tak hanya taman hiburan Efteling saja yang mengadopsi rumah tradisional asal Minangkabau ini, tetapi juga sebuah restoran bernama Indisce Restaurant di Rotterdam.

Rumah Bolon

Rumah Bolon

Tak hanya Pura dan Rumah Gadang saja yang diadopsi oleh masyarakat luar negeri, tetapi ternyata Rumah Bolon yang merupakan rumah tradisional Batak ini juga digemari oleh masyarakat di berbagai negara lain. Kamu akan menemukan rumah tradisional Batak di Waperloh, negara bagian Niedersachsen, Jerman Utara. Bangunan yang telah berdiri sejak tahun tahun 1978, atas inisiasi dari Pastor Matthus ini, berfungsi sebagai museum, dan merupakan obyek wisata masyarakat lokal Jerman.

Menerapkan Rumah Bergaya Arsitektur Tropis

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis. Sehingga tempat tinggal kita juga harus menyesuaikan dengan iklim di lingkungan kita. Dimana iklim tropis memiliki karakter yang disebabkan oleh sinar matahari yang menyengat, curah hujan yang tinggi, pergerakan angin, dan kelembapan yang terbilang cukup tinggi, serta lain sebagainya. Sehingga akan berdampak pada suhu, tingkat kelembapan, dan kesehatan udara. Dengan demikian sang arsitek harus dapat mengantisipasi hal-hal tersebut. Selain itu, penggunaan material juga sebaiknya menggunakan material lokal yang dinilai lebih sesuai dibandingkan material lokal.

Rumah Tropis

Rumah berkonsep tropis pada dasarnya merupakan adaptasi bangunan terhadap iklim tropis. Dengan menyesuaikan iklim lingkungan, akan mempengaruhi pada tingkat kenyamanan yang akan dirasakan di dalam ruangan. Salah satu contoh aplikasi dari konsep rumah tropis adalah tingkat kesejukkan udara di dalam ruangan yang dipengaruhi oleh aliran udara.

Dalam perancangan rumah tropis harus memenuhi beberapa syarat khusus, dan memperhatikan faktor-faktor spesifik yang memang hanya ditemukan di iklim tropis. Dengan begitu, teori-teori arsitektur, fungsi bangunan, komposisi, citra bangunan, bentuk, dan nilai-nilai estetika bangunan yang terbentuk tentunya akan berbeda sekali dengan bangunan yang berada di wilayah yang memiliki iklim berbeda. Menurut DR. Ir. RM. Sugiyatmo, kondisi yang berpengaruh dalam perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah :

Kenyamanan Thermal

Untuk mendapatkan kenyamanan thermal harus mengurangi perolehan panas, dan memberikan aliran udara yang cukup. Sehingga akan membuat panas keluar dari bangunan, serta dapat mencegah radiasi panas, baik itu radiasi yang dirasakan langsung maupun yang berasal dari permukaan dalam yang panas.

Kenyamanan Thermal

Cara untuk mengurangi perolehan panas di dalam ruangan, dapat menggunakan material atau bahan yang memiliki daya tahan sangat besar. Dengan begitu aliran panas akan terserap oleh bahan tersebut. Permukaan yang paling besar dalam menerima panas adalah bagian atap. Tahan panas yang berasal dari atap dapat diperbesar dengan cara membuat rongga langit-langit, dan menggunakan pemantul panas reflektif. Adapun cara lainnya yakni memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.

Aliran Udara

Aliran Udara

Rumah dengan arsitektur tropis pada umumnya menggunakan jendela atau ventilasi. Ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, yakni penyediaan oksigen, membawa uap ataupun panas keluar dari ruangan, dan juga mengurangi konsentrasi gas-gas serta bakteri. Selain itu juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, dan dapat membuat ruangan menjadi dingin.

Radiasi Panas

Radiasi Panas

Sinar matahari dapat membuat radiasi langsung yang masuk ke dalam bangunan dan juga dapat masuk dari permukaan yang lebih panas di sekitarnya. Pancaran panas tersebut tentunya akan mengganggu kenyamanan kita, dan membuat temperature udara menjadi tinggi alias panas. Untuk mencegah hal tersebut, tentu harus menggunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device).